Saatnya Menjadi Orang “Aneh”

angkat royaSore tadi, selepas shalat Ashar yang menyejukkan, aku halaqoh (ngaji) kitab Min Muqowwimat an-Nafisiyah al-Islamiyah, dalam bahasa Indonesianya kitab ini dapat berarti “Pilar-Pilar Pengokoh Nafsiyah Islamiyah”. Jujur, kitab ini jika dibaca sendiri saja bisa membuat mata menitikkan air mata, apalagi jika dibimbing oleh seorang Musyrif (pembimbing). Dan Musyrif ku telah dengan elegan menerangkan paragraf demi paragraf. Ada beberapa kalimat yang membuatku terenyuh. Beliau kurang lebih bilang kayak gini :

Antum itu orang Aneh, mau-maunya, sore-sore waktunya istirahat, sejuk begini waktunya nyantai-nyantai, ehh.. malah capek-capek kesini untuk halaqoh.

Aneh. Kami semua tahu, kata-kata itu bukan bermaksud untuk menjelek-jelekkan kami atau memarahi kami. Tapi kata-kata itu hanya untuk menyegarkan suasana. Kenapa? Karena kalau mau aneh-anehan, yang paling aneh itu justru beliau sendiri, udah dateng jauh-jauh cuman untuk ketemu sama kita-kita yang culun ini, trus ngisi halaqoh lagi, nggak dibayar lagi. Halaqohnya itupun gak sebulan sekali atau seminggu kali, tapi dua kali tiap minggu, ya, dua kali tiap minggu. Belum lagi kunjungan-kunjungan beliau yang rutin setiap minggu ke kos-kosan kami. SubhanaLlah.. Benar-benar “aneh” musyrifku ini. Kok mau-maunya gitu lho..

Al-Quran, itulah yang menggerakkan kita untuk capek-capek kesini, yang menggerakkan kita untuk terus bergelut di jalan dakwah. Al-Quran-lah yang telah menuntun kita untuk melakukan kerja sebagaimana kerjanya para Nabi, mengemban dakwah.

Ya, memang bab yang dibahas waktu itu adalah “Memelihara al-Quran”. Dan beliau menceritakan bagaimana para sahabat yang mulia memelihara al-Quran. Para sahabat RasulaLlah shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu membasahi lisannya dengan al-Quran, membacanya dengan sungguh-sungguh, menelaah ayat-ayatnya, mengamalkan isinya dan mendakwahkannya, hingga jari-jemarinya pun menjadi saksi, seolah-olah mereka seperti al-Quran yang berjalan. Jiwa merekapun tergetar oleh ayat-ayat adzab, dan hati mereka pun menjadi senang karena ayat-ayat rahmat. Air mata mereka bercucuran karena tunduk terhadap kemukjizatan dan keagungannya, serta patuh terhadap hukum-hukum dan hikmahnya.

Sesuatu yang paling berharga bagi kaum Muslim umumnya, dan para pengemban dakwah khususnya, adalah bahwa hendaknya al-Quran senantiasa menjadi penyiram hati mereka, dan teman setia yang mengiringi setiap langkah mereka. Karena al-Quran akan membimbing mereka untuk meraih semua kebaikan, dan mengangkat kedudukan mereka lebih tinggi dan lebih tinggi lagi. Mereka harus senantiasa memeliharanya di tengah malam dan penghujung siang, dengan membaca, menghafal dan mengamalkannya, sehingga mereka akan menjadi sebaik-baik generasi khalaf, mewarisi generasi salaf yang terbaik.

Begitulah isi paragraf ketiga dari kitab yang sedang kami bahas bab Memelihara al-Quran.

Kita semua tahu, saat ini, al-Quran ditempatkan di hati-hati kaum muslimin tidak pada tempatnya. Kaum Muslimin saat ini cenderung hanya menempatkan al-Quran dalam lemari-lemari mereka yang rapat tertutup debu, sehingga hati merekapun tertutupi dari hidayah yang ditunjukkan oleh al-Quran. Mereka tahu bahwa kitab mereka itu al-Quran, tetapi mereka tidak meyakini kebenaran al-Quran, terbukti, dalam hati mereka masih ada rasa keberatan jika al-Quran memerintahkan mereka untuk berjihad, jika al-Quran memerintahkan mereka untuk menegakkan hukum qishosh, jika al-Quran memerintahkan mereka untuk menutup aurat, memakai jilbab dan mengenakan kerudung secara sempurna. Jiwa mereka terbawa arus dunia yang begitu kencangnya menerpa, hingga mereka tak mampu melawannya. Hanya orang-orang yang “aneh” sajalah yang bisa melawannya.

Ya, orang-orang yang “aneh”, orang-orang yang menghabiskan waktu mereka di jalan dakwah, orang-orang yang memeras tenaga dan jiwa mereka untuk menerapkan al-Quran, yang tega menghabiskan kapasitas memori otaknya untuk memikirkan keterpurukan umat, menyeru umat menuju jalan yang Haq, dan menjauhkan mereka dari jalan yang bathil.

Inilah orang-orang yang sebagian besar masyarakat saat ini menyebutnya sebagai orang-orang “aneh”, orang-orang yang tidak silau dengan gemerlapnya uang, berlimpahnya harta benda, tingginya jabatan, atau banyaknya gelar. Mereka inilah orang-orang yang dalam hati mereka terkatakan, “Hanya Ridho dan pahala dari Allah-lah yang kami harapkan, karena Dialah penguasa hari dimana kami akan hidup abadi selamanya, ya, selamanya, abadi

Huuuuhhhhh……. BismiLlahirrohmaanirrohiim, kini saatnya bagi diriku, untuk menjadi orang “aneh”, Ya Allah.. ridhoi lah.. AlhamduliLlah..

“Akan datang suatu kaum kepada Allah pada hari kiamat nanti. Cahaya mereka bagaikan cahaya matahari.

Abu Bakar berkata, “Apakah mereka itu kami wahai RasuluLlah?”

RasuluLlah bersabda, “Bukan, tapi kalian mempunyai banyak kebaikan. Mereka adalah orang-orang fakir yang berhijrah. Mereka berkumpul dari berbagai penjuru bumi.”

Kemudian beliau bersabda, “Kebahagiaan bagi orang-orang yang terasing, kebahagiaan bagi orang-orang yang terasing.

Ditanyakan kepada beliau, “Siapakah orang-orang terasing itu?”

Beliau SAW bersabda, “Mereka adalah orang-orang shalih, yang jumlahnya sedikit diantara manusia yang buruk. Orang yang menentang mereka lebih banyak dari pada orang yang menaatinya.

(HR Ahmad dan ath-Thabraani dari Abdullah bin Amru, ia berkata: Pada suatu hari saat matahari terbit aku berda di dekat Rasulullah SAW., lalu beliau SAW bersabda (yang artinya): [seperti hadits diatas]… al-Haitsami berkata hadits ini dalam al-Kabir mempunyai banyak sanad. Para perawinya shahih).

(Hanif al-Falimbani, Yogyakarta, 14 Maret 2007, 11.25pm)

14 Tanggapan to “Saatnya Menjadi Orang “Aneh””

  1. Aa Gam Says:

    Dari hadis Sahih muslim juga ada yang serupa.
    Belum aku hafalkan, tapi intinya : dahulu Islam adalah asing, dan pada suatu saat akan menjadi asing kembali, maka berbahagialah menjadi orang asing.

  2. anung Says:

    liqo sore? biasa…
    malem? biasa..
    abiz subuh??,,, itu luar biasa

  3. anung Says:

    Beliau SAW bersabda, “Mereka adalah orang-orang shalih, yang jumlahnya sedikit diantara manusia yang buruk. Orang yang menentang mereka lebih banyak dari pada orang yang menaatinya.”

    sebaiknya hadist ini de jelaskan lebih lanjut bang..
    ini yg bikin aliran2 sesat gara2 salah tafsir
    (ketoke lhow..)

  4. Hanichi Kudou Says:

    :: Kagem Aa Gam ::

    Iya, betul, Bada al islaamu ghuriban..dst. Betul sekali Kang Mas, Imam Ibnu Taimiyah bahkan mengarang kitab khusus yang membahas hadits ini klo ndak salah namanya al-Ghuroba’, kitabnya kecil, tipis, tapi benar-benar yahuud. Ana dulu punya, trus ditinggal di Palembang, sekarang juga ada di kitab Min Muqawwimat an-Nafisyatil Islamiyah yang dikeluarkan oleh Hizbut Tahrir, kitab ini sangat bermanfaat dan bernilai tinggi. SubhanaLlah..

    :: Kagem Anung ::

    Habis Shubuh kok luar biasasih Nung? Hayo.. Shalat Shubuh-nya di masjid ndak?? Hehehe.. Tapi saya yakinlah orang sekelas Anung mah gak pernah ketingalan shalat Shubuh berjamaah, ya nggak Nung.. Yoi-lah..

    Yang luar biasa itu tengah malam, cerita dari teman saya dari Jakarta, mereka klo halaqoh/liqo’ itu sehabis kerja, tengah malam. Karena sebelumnya mereka bekerja. Dan yang hebat itu mereka juga shalat Shubuh berjamaah di masjid, habis itu mereka kerja lagi, jadi tidurnya sebentar sekali. Saya baru baca kitab tentang biografi Imam Nawawi, subhanaLlah, beliau itu ternyata dalam sehari makan hanya sekali, dan malamnya jarang tidur, bahkan beliau terlihat sangat menyesal ketika suatu malam ketinggalan dalam shalat malam. SubhanaLlah…

    sebaiknya hadist ini de jelaskan lebih lanjut bang..
    ini yg bikin aliran2 sesat gara2 salah tafsir
    (ketoke lhow..)

    Waduh.. saya ndak bawa kitabnya. Tapi gini Nung, faktanya sekarang ini, orang Muslim yang ingin benar-benar menerapkan ISlam secara Kaffah menjadi orang yang terasing, bukan karena mereka mengasingkan diri, tetapi karena lingkungan disekitarnya memang telah terkooptasi oleh-pemikiran-pemikiran yang tidka ISlami, sehingga ketika kaum Ghuroba’ ini mengemukakan pendapatnya, “Orang yang menentang mereka lebih banyak dari pada orang yang menaatinya”. WaLlahu a’lam..

    Klo aliran2 sesat seperti Ahmadiyah, merasa kesepian dan menggunakan dalil ini sebagai hujjah atas keterasingan mereka, maka itu wajar saja, karena mereka memang terasing. Tetapi Yang menjadikan mereka sesat bukanlah bahwa mereka salah dalam memahami hadits ini, tetapi yang menjadikan mereka sesat adalah hal lain yang memang menyimpang dari Islam, semisal, menyatakan bahwa Mirza Ghulam Ahmad sebagai Nabi setelah Muhammad ‘alaihi shollatu wa sallam. Ini-lah yang menyebabkan mereka sesat. Allahu a’lam.

  5. anak baru ngaji Says:

    wah ngeri juga tuh pembina antum, emang sekarang orang yg ngaji agak kan lumayan capek apalagi kalau hrs dengerin ust ngomong and virus ngantuk melanda( he…he…he….). terus masalah hadist dari mas anung ( apa mbak ya afwan kalau salah) kalau yg pernah tak denger penjelasannya bs dilihat kayak gini, lihat aja sekarang kaum muslimin ama orang kafir pasti bayakan kafirkan, terus orang yang mau serius belajar Islam dimanapun and ngaji ama ust dari manapun pasti lebih dikit sama yang dateng ke konsernya ungu, samson atawa nidji, makanya selamat jadi orang aneh!!!!!!!!!

  6. rajaiblis Says:

    mo yg lebih aneh lagi ?
    aNE pernah ketemu sama manusia yg gak sekalipun pernah mengharap pahala … apalagi yg bernama redho …
    dia pernah berkata bahwa dia ngejalani semua ini karena emang dia diperintahkan untuk itu … artinya … dia memang dikondisikan untuk melakukan semua perintah tuhannya …

    duch … manusia begini selain aneh … sulit banget ngegodanya … setiap mo ngegoda … tuhannya selalu menampakkan kuasanya … mana tahan !

    dan yg lebih aneh lagi …
    hidupnya sama seperti manusia kebanyakan…
    dia bekerja mencari duit dari pagi sampe malem …
    saat aNE tanya … buat apa mencari duit …
    dia jawab bahwa mencari duit juga karena memang dia diperintahkan mencari duit … supaya bisa memberi makan buat anak yatim …

    dan … yg bikin aneh lagi …
    ternyata dia adalah isteri dari seorang suami dan ibu dari tiga orang anak …

  7. ALKIFAH Says:

    Sayang, kitab tersebut —yang saya punya— tertinggal di Yogyakarta😦 Padahal di Aceh Singkil ini toko buku yang menjal kitab-kitab dakwah tidak ada.

  8. Hanichi Kudou Says:

    Maaf baru dijawab.

    :: anak baru ngaji ::

    Ya, selamat jadi orang “aneh” yang selalu berjuang menerapkan ISlam secara kaffah.🙂

    :: Kang rajaiblis ::

    dia pernah berkata bahwa dia ngejalani semua ini karena emang dia diperintahkan untuk itu … artinya … dia memang dikondisikan untuk melakukan semua perintah tuhannya …

    Nahh.. klo masalah ini sudah coba saya tanggapi DISINI Kang Mas.

    :: Akh al-Kifah ::

    di Aceh Singkil ini toko buku yang menjal kitab-kitab dakwah tidak ada

    Naahh.. antum saja yang buka toko Islam buku disana, hehe.. Tapi ya sabar aja akh.. kan ada al-Quran..🙂

  9. anung Says:

    hemm, klo Islam Jemaah, LDII gimana bang?

    mreka aja nganggep orang yg bukan sekelompok ama mreka kafir..
    yg keluar dari golongan mreka aja patut di bunuh…busettt dah..

  10. Hanichi Kudou Says:

    :: Mas Anung ::

    hemm, klo Islam Jemaah, LDII gimana bang?

    Islam Jamaah, Klo secara pribadi sih.. saya belum pernah ketemu sama dedengkotnya mereka seorangpun, pernah ketemu sihh.. cuma sama korban-korbannya yg udah keluar.. KLo LDII, dulu waktu saya di Imogiri jd relawan gempa, di desa tempat posko saya ada satu RT yang semua orangnya LDII. Nahh.. dari zhohir (yang terlihat) dari mereka, mereka biasa-biasa aja, sama kayak Muslim lain, bahkan tiap hari kami ngajar TPA anak-anak kecil disana, dan bahkan mereka minta RT mereka juga diisi kajian dari posko kami, sama kayak RT-RT lain.. Tapi itu secara zhohir, klo secara konsepnya saya juga kurang tahu.. Dan mungkin juga mereka hanya korban dari atasan-atasannya LDII. Walllahu a’lam.

    mreka aja nganggep orang yg bukan sekelompok ama mreka kafir.. yg keluar dari golongan mreka aja patut di bunuh…busettt dah..

    Naahh.. kalau saja mereka benar-benar beranggapan seperti ini, maka jelas ini pendapat yang bathil. Mungkin pendapat ini mereka ambil dari hadits tentang al-Jama’ah, padahal yang dimaksud al-Jama’ah dalam hadits itu adalah Khilafah Islamiyyah, atau masyarakat yang berada di dalam perintah seorang khalifah.. dan Khilafah Islamiyyah itu harus Real, nyata, dapat terlihat oleh semua orang, punya batas teritorial, penduduk, dll, bukan tersembunyi diantara beberapa orang saya, segitu yang saya tahu. WaLlahu a’lam.

  11. indraku Says:

    Hmmm, klo ngomong soal orang aneh sih gini klo aku.

    Ya, mungkin kita2 ini emang dianggap orang aneh, krn lain dari yg lain (aneh = lain). Tapi klo kita tanya sama orang yg gak aneh itu dgn pertanyaan “Mas, sebenarnya sampeyan hidup itu untuk apa sih?” atau tanya yg lebih halus mungkin “Mas, kenapa ya kok pake ada manusia hidup segala? Trus klo manusia hidup tu, mo ngapain?”. Wis jan, yakin tenan klo orang itu gelagepan jawabnya.

    Jadi, ibarat orang naik angkot tapi pas ditanya keneknya mo turun mana, dijawab gak tau, kan aneh to ini? Naik angkot tapi ga tau mo kemana?

    BTW, sesama orang aneh, saling menasehati. Biar tidak ada lagi saling anggap aneh.

  12. pramur Says:

    Numpang nimbrung nih Mas…
    Soal tidur yang sebentar sahaja itu.. Sebenarnya saya mau tulis artikelnya di buletin laknat saya Boss. Cuma masalahnya, kok jadi illfeel kalo inget pernah dibredel. Dan tidur empat-lima jam sehari itu pengalaman pribadi sih, nggak ilmiah banget…
    .
    Hm.. Yang ga saya suka waktu halaqoh banyak, kadang malah terlalu krusial, semisal materi pertama yang mendesak dan cenderung ke arah pengkaderan partai (Insya Allah Anda tahu maksud saya). Selain itu, kita didoktrin untuk mengikuti aliran tertentu, yang tidak mengedepankan Islam. Seolah-olah Islam itu isinya orang-orang yang satu manhaj sama sang murabbi begitu ganti..
    .
    Nah, alhamdulillah, yang bikin saya semangat halaqoh, adalah murabbi yang membentuk kerangaka berpikir dulu (fikrah ya?). Oleh karena itu, saya paling lama di geng yang sekarang Boss. Isinya ada macem-macem, ada yang dari Muhamadiyah, NU, bahkan yang bekas preman juga ada (eh, jangan pandang saya seperti itu dong…). Ada juga yang ngaji di salafy selain di komplotan saya yang sekarang, intinya gado-gado dah…
    .
    Itu yang saya inginkan dari halaqoh, mengusung bendera aka panji Islam. Bukan partai, bukan manhaj tertentu, bukan aliran tertentu. CMIIW

  13. Pacaran Islami Says:

    Pendaftaran Top-Posts Maret-April 2007 telah dibuka.
    Silakan daftarkan postingan Anda di http://muhshodiq.wordpress.com/2007/05/02/pendaftaran-top-posts-maret-april-2007/

  14. aban tetep ga suka vanila Says:

    Idup orang Aneh!!!!!
    kenapa harus sama klo da yg beda????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: