HIDUP INI INDAH … !!!

Sudah lama aku tak mendengarkan musik via mp3, pagi itu kubuka file-file musik yang ada dalam sebuah folder bernama ‘DEWA 19’. Folder dan isinya ini sudah lama ada di dalam daftar file yang ada di komputerku, tapi hampir tak pernah kubuka.

Jujur, sewaktu SMP sampai SMA aku adalah insan yang paling suka musik, bahkan waktu itu aku mendeklarasikan diri dengan semboyan basket terkenal yang agak dirubah sedikit menjadi ‘Musik Hidup Saya’. Sampai banyak teman yang terheran-heran ketika aku beli The Black Album-nya Metallica sampai dua kali, atau The Best Album-nya Queen sampai tiga kali, atau koleksi ratusan kasetku yang lain yang terkadang banyak yang sama, karena aku tidak tahan untuk tidak membeli kaset yang kusuka waktu kumelihatnya di toko, entah ini sindrom apa.

Mulai dari musik renyah seperti The Corrs atau U2 sampai yang garang kayak Hellowen atau Nirvana. Nama-nama seperti Linkin Park, Blink 182,The Creed, Green Day, Bon Jovi, Red Hot Chili Peppers, Cold Play, Muse dan nama-nama klasik seperti The Beatles, Bryan Adams, The Rolling Stones, The Dream Theater atau ratusan nama band yang lain adalah nama-nama yang aku anggap sebagai ‘Dewa’ atau mungkin sejenis ‘Nabi’ yang jadi panutan dalam bermusik. Album-album mereka bagaikan ‘kitab-kitab suci’ atau semacam ‘kitab karangan salafush-shaleh’ yang wajib dirujuk ketika menggebuk drum atau memetik dawai gitar.

Nge-Band pun aku jalani, bahkan teman-teman bandku sampai sekarang masih ingat kata-kata heroikku ketika mereka lemas melihat band lain yang lebih hebat, ‘Wooi..!! Mereka itu sudah tua, sudah ribuan kali mereka tampil di festival, kita ini masih muda tapi sudah bisa masuk festival ini , Klo kita seumuran mereka, kita pasti main lebih bagus…Ingat Itu..!!!’ Bahkan dulu aku punya 3 gitar, satu gitar klasik, dua gitar melodi atau rythm. Lembaran-lembaran kertas yang berisi kata-kata puitis pun telah menumpuk dan menanti untuk diberi nada. Tak ayal, sekolahpun terbengkalai, hancur-hancuran, akhirnya, orangtua pun marah besar.

Kembali ke Folder ‘DEWA 19’, aku mulai membuka file-file yang ada didalamnya dengan aplikasi pemutar mp3 yang telah banyak diisi oleh murotal 30 juz dan nasyid. Setelah memutar beberapa lagu Dewa 19 kuterhenyak ketika mendengar sebuah lagu, kulihat judulnya, ‘Hidup Ini Indah’. Lagu ini tidak pernah kudengar sebelumnya, karena memang lagu ini ada di album Dewa 19 yang terbaru, judul albumnya antara ‘Repulik Cinta’ atau ‘Laskar Cinta’ aku tidak hafal karena tidak punya kasetnya. Kalau lagu-lagu Dewa 19 yang lama mulai dari album ‘Dewa 19’ album pertama, sampai ‘Cintailah Cinta’ Album yang ke-7, aku masih ingat lirik-lirik, nada dasar, ritme, bahkan temponya.

Ada dua bait lirik yang membuatku terhenyak, dan aku yakin ini bukan lirik yang ditujukan untuk manusia, dan salah besar jika ditujukan untuk manusia. Jika ditujukan untuk manusia, maka orang tersebut bisa jatuh ke dalam Syirik besar karena men-dua-kan Allah, na’udzubiLlah. Pertama aku agak geram sama Dhani yang mengajak orang kepada kekufuran, tetapi setelah dihayati sebenarnya ada kata kunci yang mungkin orang awam tidak akan tahu, kata kunci ini mengatakan bahwa lagu ini bukan untuk manusia, tetapi untuk Allah ‘azza wa jalla. Berikut ini baitnya :

Hidup ini indah…

Bila aku selalu

Ada disisiMu setiap waktu

Hingga aku hembuskan nafas yang terakhir

Dan Kitapun bertemu..

Maafkanlah selalu…Salahku

Karena Kau memang Pemaaf

Dan aku hanya manusia…

Sebenarnya bait ini biasa saja jika dibaca sepintas, namun akan berkesan lain jika digabungkan dengan komposisi nada yang bertempo pelan dan sedikit nada-nada minor dibeberapa tempat, dirangkai dengan tabuhan drum menggunakan teknik double, serta efek keyboard yang simple. Jujur, Dhani memang lihai dalam hal ini.

Masalah lirik, aku pikir Thariqat Naqsabandiyah yang menjadi tempat peraduan sisi religi Ahmad Dhani telah banyak mempengaruhi lirik ini dan lirik-lirik lagu Dhani yang lain pada beberapa album terakhir Dewa 19. Memang, banyak lirik-lirik dari lagu Dewa 19 yang diciptakan Dhani adalah lirik yang mengandung unsur penyatuan manusia dengan sang Pencipta yaitu Allah (Wihdatul Wujud). Dan aku kira memang disinilah titik kesalahan Dhani dalam memahami Islam. Bayangkan, jika memang Dhani itu telah ‘menyatu’ dengan Allah, mengapa dia masih konser atau mengizinkan istrinya seperti itu? Apa iya, Allah membiarkan orang-orang melanggar peraturan yang dibuat-Nya sendiri? Dari sisi ini saja sudah lemah pendapat tentang wihdatul wujud, apalagi jika diperkuat dengan dalil-dalil al-Quran dan Sunnah.

Oke, aku nggak akan membahas panjang lebar tentang wihdatul wujud. Kita kembali ke mengapa aku ambil dua bait lirik itu sebagai inspirasi tulisan ini. Itu karena aku hanya ingin mengatakan, apa jadinya jika aku tidak bertemu dengan Mas Titok Prihastomo sewaktu SMA, dia telah menohokku dengan ‘filosofi ayamnya’. Dan entah apa jadinya aku jika tidak bertemu orang-orang seperti Mas Damar, Vidya Alkaff, Kukuh, Akbar Wibawa, yang mengajakku masuk ke dalam barisan dakwah di SMU kelas 2 akhir. Terima kasih, karena telah membawaku ke hidup yang lebih indah…

Jika tidak bertemu mereka-mereka, mungkin aku tidak akan menemukan fakta bahwa surga itu luasnya seluas langit dan bumi [3:133], dan apa saja yang kita inginkan pasti terpenuhi [16:57]. Atau mungkin aku tidak akan tahu bahwa disurga ada bidadari-bidadari bermata jeli, perawan dan penuh cinta lagi sebaya umurnya [56:35-37], hingga akupun akan kebal jika ada wanita yang kuingini untuk menjadi istriku, menolakku. Ohh.. Betapa indahnya hidup ini..

Entahlah, jika tidak bertemu mereka, mungkin kamu tidak akan melihatku memakai celana panjang ‘bahan’ dengan lempitan di ujung bawahnya. Mungkin kamu akan melihatku memakai jeans dengan sobekan di pahanya..

Mungkin saja baju koko itu tidak pernah ada di lemari pakaianku, kaos oblong dengan gambar band-band favoritku yang akan memadatinya.

Entahlah.. mungkin aku akan lebih kenal dengan John Lennon atau Andra Ramadhan daripada Imam Nawawi atau Imam Syafi’i.

Atau mungkin rak-rak bukuku tidak akan dipenuhi oleh kitab-kitab semacam Riyadhus Shalihin atau Sirah Nabawiyah, tetapi rak dengan ribuan kaset menjajarinya.

Atau mungkin dinding kamarku tidak akan terbentang bendera hitam bertuliskan Laa ilaha illa Allah, akan tetapi poster-poster seperti Gun ‘n Rose atau Metallica yang mewarnainya.

Atau mungkin aku tidak akan ke masjid ketika waktu luang, tetapi ke tempat nongkrong anak-anak band atau ke studio musik.

Yang lebih menggelikan, mungkin badanku tidak segemuk saat ini hingga aku harus diultimatum oleh orangtuaku untuk melakukan terapi proses penyembuhan kegemukan or diet dan berat badanku harus normal dalam 3 bulan. Mungkin saja postur tubuhku akan kekar dan gagah karena sering main basket.

Atau mungkin kacamata plastik yang kedua gagangnya telah patah karena tidak mampu menjepit kedua kepalaku yang besar, tidak ada didepan mataku, dan mataku akan tetap sehat, tampangku juga akan lebih gaya, sekaligus aku bisa beli komputer dengan menjual kacamata plastik ini.

Atau mungkin aku akan merasakan bagaimana cara berpacaran, hingga lidahku tidak perlu mengelu ketika bertemu dengan wanita.

Atau mungkin gitarku tidak kuberikan kepada sepupuku, hingga aku bisa membuat puluhan lagu puitis yang mendayu-dayu, dan akan membuat para wanita memujaku.

Tidak… sekali-kali tidak…

Hidup ini indah dan akan selalu indah ketika celana ‘bahan’ ini melekat menutupi auratku, ketika baju koko memenuhi lemariku, ketika kumengagumi Imam Syafi’i..

Hidup ini indah dan akan selalu indah ketika sudut kamarku dipenuhi kitab Bidayatul Mujtahid atau kitab Tarikh Khulafa’, ketika bendera hitam bertuliskan Laa ilaha illa Allah terbentang gagah di dinding kamarku, ketika masjid menjadi tempat peraduanku dikala hati ini sakit dan gundah, ketika badanku gemuk karena lebih banyak duduk membaca daripada olahraga.

Hidup ini indah dan akan selalu indah ketika aku dimarahi orangtua karena aku banyak mengaji, lalu akupun akan membuat wajah mereka haru berseri-seri ketika kukatakan bahwa jika aku berjihad di jalan Allah dan syahid sebagai syuhada yang diridhoi Allah, maka aku bisa memberikan naungan dengan izin Allah kepada mereka untuk masuk surga kelak di hari dimana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya.

Hidup ini indah dan akan selalu indah walau kacamata ini melekat selalu didepan dimataku atau badan ini menjadi gemuk, karena itu bisa menjauhkanku dari wanita-wanita hingga ku tak terjebak dalam kemaksiyatan.

Hidup ini indah dan akan selalu indah walau aku tak pernah dan tak akan pernah merasakan manisnya pacaran, karena hanya istriku nantinya yang akan merasakan betapa romantisnya diriku, bukan yang lain.

Dan Hidup ini indah dan akan selalu indah walau kini aku sudah tidak bisa bermain gitar lagi, biarlah jari-jemari ini melembut kembali karena yang kutekan hanyalah tuts-tuts keyboard untuk melantunkan manisnya dakwah di jalan Allah.

Oohhhh…

Betapa indahnya hidup ini…

[hanichi kudou]

{ditulis dengan berlinangnya air mata karena gembira, untuk teman-temanku semua yang masih ragu akan keindahan Islam, khususnya temanku :

  • Risky Rizal Panggar Bessy (Drumer, gitaris, teman sebangku aku yang gak bisa buat aku diem pas pelajaran, yang mendapat 2 ‘piala’ dalam sehari, huahaha..),
  • Sa’ban Apri Anggono (Bass, gitaris, pujangga yang bentar lagi nerbitin buku kumpulan puisinya),
  • Faldian Pamungkas (gitaris melodi, coverboy-nya SMA, Gimana kabar perjuangan Khilafah disana ya akhi..!!, jabat erat),
  • Roy Anjari Alamsyah (Ceritanya di barak yang bisa buat muntah, Siap Pak..!),
  • Dedy Setiawan (Listrik, hehe..pencetak dua angka di turnamen basket, wuih.. padahal loe gak pernah latihan Ded.. coba klo loe latihan, gak bakalan nyetak angka, seperti kami hehe..),
  • Ahmad Roji Suhud (dimanakah engkau kini),
  • Afrizal (Accounting),
  • Irwan,
  • Aditya Wibawa Sampoerna Putra,

Kenangan bersama kalian bagai sebuah tempat singgah yang ingin dan sangat ingin kusinggahi lagi, mungkin, tapi nanti… di surga, semoga…}

9 Tanggapan to “HIDUP INI INDAH … !!!”

  1. de King Says:

    Mas Hanichi…

    … tetapi setelah dihayati sebenarnya ada kata kunci yang mungkin orang awam tidak akan tahu…

    Saya ini orang awam makanya benar-benar sulit untuk memahami hal-hal seperti itu (jangankan sampai taraf memahami lha wong berusaha untuk mengerti saja saya sampai ngos2an gini..) …mungkin juga di luar sana masih banyak orang2 awam seperti saya yang juga masih kesulitan untuk mengerti (apalagi memahami)…
    oleh karena itu…
    berikanlah sedikit ‘pencerahan’ pd kami-kami yang awam ini…tapi pakailah bahasa dan pendekatan yang sesuai dengan orang-orang awam ya….OK?
    Jangan langsung dan terlalu pakai bahasa langit dulu ya…
    Pendekatan dan cara dakwah Sunan Kalijaga bagus tuch…beliau menyesuaikan dengan level atau ‘atmosfir’ para ‘respondennya’…
    Atmosfir yg saya maksud bisa macam2 lho…mungkin juga termasuk gaya dan pola pikir…
    Kalau Mas pakai approach yg tidak sesuai (atau bahkan bertolak belakang) bisa-bisa orang awam malahan pada lari terbirit-birit untuk menjauh…
    Matur nuwun nggih…nyuwun agengipun pangaksami mbok bilih kulo kléntu & lepat…

  2. antobilang Says:

    wew…
    assalamualaikum!!!
    pade kemane nih..
    nyang punya rumah kagak nongol2 yak?
    lagi ke jakarte ye?
    kebanjiran ga?
    kok ga pernah muncul lagi di blognya bang Joe?
    apa ga punya amunisi lagi yak?
    ato mau pake banjir sebagai alasan…
    opo maneh iki…
    yo wes..wassalam ya…

  3. hatake kakashi Says:

    Haaa… kaget juga saya liat tulisan di atas. Bukan kage bunshin no jutsu?? emang apaan? chidori ya?
    mbaca naruto jg ya?? Pernah liat saya gak? Yang ganteng n cool itu lho. Gurunya naruto and sasuke.

    Afwan, klo saya iseng komen, soalnya barusan abis liat2 blognya mz joe yg cukup seru tp membingungkan. sepertinya antum dipojokkan. Yah, mungkin emang kalo udah jd padu or debat kusir gt sebaiknya gak usah dilanjutin. Klo emang mau diskusi mencari kebenaran, bukan pembenaran, ya diskusi pasti berjalan dg sehat. tapi saya liat kok lebih mencari pembenaran atas pemikiran2 yg memang menyimpang dr Islam.

  4. joesatch Says:

    wekz…pikiran yang mana yang dianggap menyimpang dari islam?

  5. Hanichi Kudou Says:

    :: Kagem Kang de King ::
    .
    Inggeh Kang Mas.. Matur nuwun Kang atas saran dan kritiknya. Insya Allah saya akan mencoba seperti apa yang Kang Mas sarankan.. Dan jangan pernah bosan-bosan Kang, mengkritik saya sebagai pribadi maupun dalam pemikiran, karena saya juga mung ‘Manusia biasa yang benar-benar biasa…’ Matur nuwun sanget nggeh..
    .
    :: Kagem Kang antobilang ::
    .
    Duhh.. bune.. mo jawab apa ya..?? Karena maaf baru dijawab sekarang.. Ya.. Nggak kebanjiran, hanya mem’banjirkan diri’..
    .
    :: Kagem Hatake Kakashi ::
    .
    Haaa.. kaget juga saya sama namanya, kayaknya saya tau nih.. anda siapa.. Nama asli anda…(Oke-lah.. secret..)
    .
    Aduuh.. chidori itu apa ya? Saya mbacanya baru nyampe nomer 18 sih.. trus, kayaknya jurus itu ndak terlalu sering digunakan sama sasuke ya.. betul kan sensei..?
    .
    Pernah liat saya gak? Yang norak dan hebat itu lho. Muridnya Akira sensei sama Hatake Kakashi sensei.. hehe..
    .
    Dipojokkan?! Ya ndak apa-apalah.. karena yang dipojokkan itukan cuam saya sebagai pribadi, bukan saya sebagai apa yang saya fikirkan.. Sebagai pribadi, jelas, saya hanya ‘Manusia biasa yang benar-benar biasa…’ Inggeh tho sensei..
    .
    Saya setuju banget sama kalimat sensei.. ‘diskusi mencari kebenaran, bukan pembenaran’, terima kasih sensei.. akan saya ingat selalu..
    .
    :: Kagem Kang Mas Joe ::
    .
    Aduuh.. Selamat Datang Kang di ‘gubuk’ saya yang jelek ini.. baru satu tulisan ya..? segera akan saya tambah..
    .
    Pemikiran yang menyimpang dari Islam Kang? Ooo.. ini pertanyaan untuk Kakashi sensei tho.. Tapi gini Kang, klo Kang Joe, punya dalil syar’i dan dalil itu memang sesuai untuk menyokong pendapat Kang Joe, kenapa harus dikatakan menyimpang dari Islam..?! Tapi klo nggak berdasarkan dalil, ya.. nuwun sewu, bener apa yang dikatakan sensei Hatake..

  6. indraku Says:

    Alhamdulillah ya mas Hanif, bisa kenal dengan dakwah kelas 2 SMA. Itu msh lbh mending drpd saya lho mas. SMA dulu saya jangankan kenal dakwah, lha wong persepsinya saya Islam tu cuma asal rajin sholat, ngaji puasa romadhon ga bolong insyaallah masuk syurga.

    Dakwah, dulu saya kira cuma punya kyai2 lullusan pondok, atau minim pernah mondoklah. Ya max, klo anak SMA ya jadi MC pengajian, heheh.

    Baru kenal ama dakwah ketika smter 4 akhir, bareng sama kepindahan kost ke sagan. Intinya semoga tulisan mas ini bisa ngasih saya semangat utk terus berada di jln dakwah, semoga mas juga ttp semangat. ALLAHU AKBAR ! ! !

  7. Hanichi Kudou Says:

    Insya Allah Kang Indraku, doa’akn juga ya supaya ke-istiqomahan selalu ada. Ternyata antum anak Sagan tho.. Siapa ya?

    La tansanaa yaa akhii min du’aika

    (Jangan lupakan saya ya akhii dalam do’amu)🙂

  8. anak baru ngaji Says:

    tetaplah di jalan da’wah , jalan yg terjal, yg penuh dengan duri dimana – mana.

  9. Hanichi Kudou Says:

    Ya, JazakiLlah khoiran kastiro atas semangatnya ya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: